Penyuluhan TB Paru ( Saatnya Indonesia Bebas TB – Mulai dari Saya )

Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang bahaya TB dan memperkuat komitmen Bersama dalam memberantas penyakit ini. Indonesia adalah salah satu negara dengan beban TB tertinggi didunia dan peran setiap individu sangat berarti. Sebagai dokter spesilias paru dr. Achmad Syamsufandi Rozi, Sp.P memberikan edukasi terkait Tuberculosis di ruang tunggu poliklinik RSUD dr. Sayidiman Magetan.

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang terutama paru, namun dapat menyebar ke organ lain seperti otak, tulang dan kelenjar getah bening. Bakteri TB dilepaskan ke udara bebas melalui percikan dahak ( droplet ) saat penderita batuk, bersin atau berbicara. Orang di sekitarnya kemudian menghirup bakteri tersebut dan beresiko terinfeksi. Gejala Tuberkulosis diantaranya batuk terus menerus, demam meriang berkepanjangan, sesak nafas dan nyeri dada, berat badan menurun, nafsu makan menurun, berkeringat dimalam hari meski tanpa melakukan kegiatan.

Orang yang paling beresiko sakit Tuberculosis adalah orang yang kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TB, orang dengan HIV, orang lanjut usia, orang dengan diabetes mellitus, perokok, anak – anak. Pemeriksaan tuberculosis dilaksanakan di fasilitas pelayanan Kesehatan. Mencegah penularan Tuberkulosis dengan cara ventilasi udara yang baik dan pencahayaan/ sinar matahari yang cukup, tidak membuang dahak sembarangan, minum obat denga teratur, menutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu atau sapu tangan.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *